Senin, 18 Februari 2019

Si Tupai dan Ikan Cupang

SI TUPAI DAN IKAN CUPANG

    Kali Curut adalah kali yang berada di ujung jalan dekat dengan SMP N 3 Kota Semarang. Asri tempatnya, sejuk udaranya, segar aromanya, begitulah keadaan disekitar Telaga Curut. Tersebutlah seokor Tupai yang memiliki sahabat karib dengan seekor Ikan Cupang. Persahabatan keduanya sangat erat adanya.

     Suatu ketika, Sang Ikan Cupang dengan tiba-tiba jatuh sakit. Tubuhnya lunglai, lemas tak berdaya yang membuat Sang Tupai kesepian. Dengan keuletan dan kesabaran, Sang Tupai merawat dan mengobati Ikan Cupang dengan tulus. Namun apa daya, karena keterbatasan pengetahuan Sang Tupai dan kekurangan uang, Sang Tupai tidak bisa berbuat banyak.

     Tubuh Sang Ikan Cupang pun semakin melemah, berhari-hari Sang Ikan Cupang tidak mau makan pun tidak mau minum, keadaan tersebut membuat Sang Tupai menjadi semakin sedih. Sang Tupai mencari cara untuk membujuk Sang Ikan Cupang agar mau makan, hingga akhirnya Sang Ikan Cupang mau makan dengan satu syarat.

“Baiklah Pai, aku mau makan asalkan kau mau memenuhi persyaratan dariku” ucap Sang Ikan Cupang dengan penuh harap.
“Apapun itu akan aku lakukan, asalakan kamu mau makan lagi Pang” jawab Tupai dengan semangat.
“Benar kamu akan melakukannya? Akankah kamu berbohong padaku?” tegas Ikan Cupang kepada sahabatnta, Si Tupai.
“Kapan aku berbohong padamu? Tidak pernah, bukan? Sekarang segera sebutkan syaratnya” jawab Si Tupai dengan gemasnya
“Aaaaaa, kamu memang sahabatku yang baik. Okeee, aku akan makan, asalakan dengan hati Ikan Piranha” jawab Si Ikan Cupang dengan cengengesan.
“Haaaaa? Ini makan hati aku aja gapapa, daripada aku harus mengambil hati Ikan Piranha” jawab Si Tupai dengan geram.

    Mendengar jawaban dari Sang Kancil, Ikan Cupang pun menjadi sedih dan memutuskan untuk tidak makan saja. Karena tidak tega melihat sahabatnya yang semakin hari semakin lemas, akhirnya Sang Tupai pun menuruti permintaan Sang Ikan Cupang dengan diam-diam.

     Sang Tupai pun mulai menjelajah Hutan dengan cara meloncat-loncat dari pohon ke pohon hingga sampai ke sebuah pohon kelapa yang batangnya menjorok ke laut. Ia menunggu saat-saat Ikan Piranha berkumpul. Saat Ikan Piranha sudah berkumpul, dengan perlahan si Tupai melobangi sebutir biji kelapa. Setelah airnya habis, iapun masuk ke dalam kelapa itu. Dari dalam kelapa itu ia masih dapat menggerogoti tangkai buah kelapa itu. Tak lama kemudian buah kelapa itu sudah terlepas dari tangkainya dan tercebur ke laut lepas dan tepat mengenai kumpulan Ikan Piranha, hingga membuat Ikan Piranha tersebut ada yang mati kesakitan karena tertimpah kelapa. Setelahnya, Tupai keluar dari kelapa dan mulai menarik Ikan Piranha menuju daratan.


    Sesampainya daratan, Si Tupai membawa Ikan Piranha dan mengambil hatinya untuk diberikan kepada sahabatnya, Sang Ikan Cupang. Dengan bersemangat Sang Tupai melompat dari pohon ke pohon untuk menjumpai Si Ikan Cupang. Setelah sampai di Kali Curut, Sang Tupai berteriak memanggil Ikan Cupang. Betapa terkejutnya Ikan Cupang ketika melihat Si Tupai membawa hati Ikan Piranha. Dengan ajaibnya setelah memakan hati Ikan Piranha, Si Ikan Cupang menjadi segar, bersemangat dan bergembira lagi. 

Sang Ikan Cupang bahagia sekali dan bersyukur memiliki sahabat sebaik Si Tupai. Melihat Si Ikan Cupang telah kembali sehat, Sang Tupai pun bahagia dan meloncat-loncat tanpa henti. Setelah hari itu, Sang Ikan Cupang menjadi semakin menjaga kesehatan dan Ia pun berjanji akan menolong Si Tupai kapanpun Si Tupai membutuhkannya.

Created by Davin Farrel

25 komentar:

  1. Mantap...bagus tuh ceritanya. By niar.c

    BalasHapus
  2. Ceritanya menarik (kalilameldiana.blogspot.com)

    BalasHapus
  3. Good job (alifiasyifadjajadi.blogspot.com)

    BalasHapus