SI TUPAI DAN IKAN CUPANG
Kali Curut adalah kali
yang berada di ujung jalan dekat dengan SMP N 3 Kota Semarang. Asri tempatnya,
sejuk udaranya, segar aromanya, begitulah keadaan disekitar Telaga Curut.
Tersebutlah seokor Tupai yang memiliki sahabat karib dengan seekor Ikan Cupang.
Persahabatan keduanya sangat erat adanya.
Suatu ketika, Sang Ikan
Cupang dengan tiba-tiba jatuh sakit. Tubuhnya lunglai, lemas tak berdaya yang
membuat Sang Tupai kesepian. Dengan keuletan dan kesabaran, Sang Tupai merawat
dan mengobati Ikan Cupang dengan tulus. Namun apa daya, karena keterbatasan pengetahuan
Sang Tupai dan kekurangan uang, Sang Tupai tidak bisa berbuat banyak.
Tubuh Sang Ikan Cupang
pun semakin melemah, berhari-hari Sang Ikan Cupang tidak mau makan pun tidak
mau minum, keadaan tersebut membuat Sang Tupai menjadi semakin sedih. Sang
Tupai mencari cara untuk membujuk Sang Ikan Cupang agar mau makan, hingga
akhirnya Sang Ikan Cupang mau makan dengan satu syarat.
“Baiklah Pai, aku mau
makan asalkan kau mau memenuhi persyaratan dariku” ucap Sang Ikan Cupang dengan
penuh harap.
“Apapun itu akan aku
lakukan, asalakan kamu mau makan lagi Pang” jawab Tupai dengan semangat.
“Benar kamu akan
melakukannya? Akankah kamu berbohong padaku?” tegas Ikan Cupang kepada
sahabatnta, Si Tupai.
“Kapan aku berbohong
padamu? Tidak pernah, bukan? Sekarang segera sebutkan syaratnya” jawab Si Tupai
dengan gemasnya
“Aaaaaa, kamu memang
sahabatku yang baik. Okeee, aku akan makan, asalakan dengan hati Ikan Piranha”
jawab Si Ikan Cupang dengan cengengesan.
“Haaaaa? Ini makan hati
aku aja gapapa, daripada aku harus mengambil hati Ikan Piranha” jawab Si Tupai
dengan geram.
Mendengar jawaban dari
Sang Kancil, Ikan Cupang pun menjadi sedih dan memutuskan untuk tidak makan
saja. Karena tidak tega melihat sahabatnya yang semakin hari semakin lemas,
akhirnya Sang Tupai pun menuruti permintaan Sang Ikan Cupang dengan diam-diam.
Sang Tupai pun mulai
menjelajah Hutan dengan cara meloncat-loncat dari pohon ke pohon hingga sampai
ke sebuah pohon kelapa yang batangnya menjorok ke laut. Ia menunggu saat-saat
Ikan Piranha berkumpul. Saat Ikan Piranha sudah berkumpul, dengan perlahan si
Tupai melobangi sebutir biji kelapa. Setelah airnya habis, iapun masuk ke dalam
kelapa itu. Dari dalam kelapa itu ia masih dapat menggerogoti tangkai buah
kelapa itu. Tak lama kemudian buah kelapa itu sudah terlepas dari tangkainya
dan tercebur ke laut lepas dan tepat mengenai kumpulan Ikan Piranha, hingga
membuat Ikan Piranha tersebut ada yang mati kesakitan karena tertimpah kelapa.
Setelahnya, Tupai keluar dari kelapa dan mulai menarik Ikan Piranha menuju
daratan.
Sesampainya daratan, Si
Tupai membawa Ikan Piranha dan mengambil hatinya untuk diberikan kepada
sahabatnya, Sang Ikan Cupang. Dengan bersemangat Sang Tupai melompat dari pohon
ke pohon untuk menjumpai Si Ikan Cupang. Setelah sampai di Kali Curut, Sang
Tupai berteriak memanggil Ikan Cupang. Betapa terkejutnya Ikan Cupang ketika
melihat Si Tupai membawa hati Ikan Piranha. Dengan ajaibnya setelah memakan
hati Ikan Piranha, Si Ikan Cupang menjadi segar, bersemangat dan bergembira
lagi.
Sang Ikan Cupang bahagia sekali dan bersyukur memiliki sahabat sebaik Si
Tupai. Melihat Si Ikan Cupang telah kembali sehat, Sang Tupai pun bahagia dan
meloncat-loncat tanpa henti. Setelah hari itu, Sang Ikan Cupang menjadi semakin
menjaga kesehatan dan Ia pun berjanji akan menolong Si Tupai kapanpun Si Tupai
membutuhkannya.
Created by Davin Farrel